Salah...
Semuanya salah,
sungguh saya yang salah.
Saya yang salah
mengapa harus menebar benih harapan hingga semakin tumbuh besar. .
.
Membiarkan rindu kian mengakar,,
Apa?
Apa?
Untuk apa??
Untuk apa harus
ada?
Masih saja perasaan menguasai segalanya,,
Masih saja dia dia dan
dia,,
Tuhan ampuni aku atas kesalahan ini...
Selama ini kemana saja
engkau logika yang bijak?
Sementara perasaan selalu saja
membajak...
Bergelayut mendung lagi hati ini,,
Kapan kau membiru lagi
langit jiwa??
Aq tersudut kaku dalam kekacauan batin
ini,,
Berantakan,
Rumit terlalu rumit untuk ku urai kembali....
Aku
terkunci dalam ruang harap yang semakin hampa sahaja,,,
Aku kian
terlilit dengan empati2 bodoh,
Terhimpit rasa ingin yang begitu dan
terlalu mustahil...
Aku,.
Lagi ...
dan lagi aku semakin terasing,
Kehilangan
lagi harapan itu,
Yang telah ku biarkan tumbuh dengan sendirinya,
Kemana
dia?
Dimana dia?
Bagaimana dia???
Aku tak tahu...
Hanya sekilas,
namun
menyiksa hingga sedemikian tuntas...
Akhh,, sudahlah sudah...
Allah ya
Rabbana,
Sedang sedikit menegur saya,
Serta sedang mempersiapkan kejutan
yang begitu membahagian nantinya,
Jangan sedih,,!!!
Tidak usah
merintih...
!!!
Semua agar aku lebih terlatih,
Ya,,,Agar aku berusaha lebih
gigih....
Tenanglah tenang,
Tenanglah tenang,
Dia pasti datang,
Entah
siapapun dia yang pasti akan mbtku lupa dg dia yang tlah berlalu....
Ya Rabbana ampuni atas Kesalahan ini,
Atas kebodohan ini.
Sesungguhnya dan seharusnya hanya pada Engkau-lah semua harap dan asa tertuju..
Hamdalah..
Hamdalah untuk semua pembelajarn ini...
Aku bisa ,,, harus bisa
Dan ini hanya sebuah likuan hidup yang pasti berakhir...
Dengan indah...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar