Cari Blog Ini

Rabu, 26 September 2012

✮¨* Indahnya Masa Penantian *¨✮

Pernikahan bagaikan membuka tabir rahasia.....


Proses pencapaiannya melewati suatu perjalanan yang panjang...


Kadang, untuk menuju ke sana...


Allah Yang Maha Bijaksana pun justru memberi kesusahan untuk menguji kita..


Tak jarang melukai hati..


hingga hikmahnya tertanam dalam..


Tak perlu kita pertanyakan, "apa maksud Allah...?

"Karena andai kita berbesar hati dan mau mencerna...

Allah punya alasan tersendiri yang belum kita mengerti...

Yang pasti..

jika kita kehilangan sesuatu...

Kita harus percaya bahwasanya ketika Allah mengambil sesuatu, Allah telah siap memberi yang lebih baik..

Menunggu....

itu satu pilihan..Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa...

Karena walaupun kita ingin cepat..kita tidak ingin sembarangan. ...

Walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita inginkan..

kita tidak ingin kehilangan jati diri dalam proses pencarian...

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu...

Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu...

Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu....

Tentunya, tetap lebih baik menunggu orang yang tepat..orang yang kita inginkan..orang yang dicintai dan mencintai..ketimbang memaksa dan memuaskan diri dengan apa yang ada....Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah...Berani bertindak gegabah, layaknya berani menerima resiko....Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja musnah, juga dalam sesaat....!

Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan..

Itulah yang kelak mengajarkan kita kewajiban bersama...

Suami menjadi pelindung, istri penghuninya....

Suami adalah nahkoda kapal, istri navigatornya...

Suami bagai balita yang nakal, istri penuntun kenakalannya. ..

Saat suami menjadi raja, istri menikmati anggur singgasananya...

Seandainya suami supir yang lancang, sabarlah memperingatkannya. ..

Akan halnya...Haruskah terus menunggu..?Jawabannya ada pada diri kita...

Pastinya, menunggu mempunyai suatu tujuan yang mulia...
Menguji kadar iman dan takwa....Belajar meniti sabar dan ridha....

Senin, 16 Juli 2012

Lelaki yang.....

Lelaki yang Gentleman bukanlah yang membukakan pintu kendaraan untuk mu ketika kamu hendak masuk.

Lelaki yang Romantis bukanlah yang merayu dengan membacakan puisi cinta yang melenakan hasratmu ditengah redupnya lilin, luluh bersama maruah berujung merenggut kehormatanmu

Lelaki yang Romantis bukanlah yang menyanyikan untuk mu lagu cinta yang membuatkan mu hanyut, membuang waktu & daya percuma, menjauhi ridhaNYA

Tapi, lelaki yang Gentleman dan Romantik adalah lelaki yang tidak akan menyentuh mu, jiwa dan raga mu dengan perbuatan maupun kata-kata, sebelum dia mampu bersumpah di depan Allah dan manusia melalui akad ijab dan qabul untuk menjaga mu dan membimbing mu sampai ke syurga.

Cinta sejati seorang insani, bukan diukur dari duniawi & nafsu hewani
Namun cinta sejati yang hakiki, tidak hanya memikirkan dunia fana ini
Tapi ia mengajak pada cinta abadi di akherat nanti
Dan selalu mencari ridha & barokah dari illahi Rabbi

Jodoh sudah ada yg mengatur,
Bagaimanapun jodoh itu akan datang
Kita hanya perlu berikhtiar
Dan Ikhtiar itulah yg Allah nilai dari kita

Apa yg kita perbuat, itulah yang dinilai
Apakah selama mengejar jodoh menggunakan bantuan paranormal?
Bersekutu dengan jin?
Menggunakan azimat yg jelas syirik?
Dapat uang dengan berbohong pada orang tua untuk jalan2 dengan si dia?

Berduaan di tempat sepi tanpa mahram?
Terperangkap zina tangan?
IKHTIAR ITULAH YG DINILAI
Jangan salahkan anak jika MBA (Married By Accident)
Sementara orang tuanya saja nyerempet-nyerempet

Awali langkah dengan Basmallah
Selalu meminta perlindungan Allah
Dari godaan Setan & Nafsu diri



Sumber : www.islamterbuktibenar.net

Kamis, 21 Juni 2012

TANDA 100 HARI SEBELUM HARI MATI

 

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanyaakan disadari oleh mereka yang dikehendakinya.  
Namun semua orang Islam akan mendapat tanda ini hanya apakah mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan terjadi biasanya setelah waktu Asar. 
Seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut sehingga ke ujung kaki akan mengalami getaran, seakan-akan mengigil. 
 Contohnya seperti daging sapi yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan menemukan daging tersebut seakan-akan bergetar. 
Tanda ini rasanya lezat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik dihati bahwa mungkin ini adalah tanda mati maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.
 Untuk mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyutdengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat.
 Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati. 

TANDA 40 HARI 
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Ashar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada saat ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT. 
Maka Malaikat Maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, diantaranya ia akan mulai mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi Malaikat Maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. 
Adapun Malaikat Maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya. 

TANDA 7 HARI 
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.

 TANDA 3 HARI 
Pada saat ini akan terasa denyutan di bagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat terdeteksi maka berpuasalah kita setelah itu supaya perut kita tidak mengandung banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. 
Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan untukorang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat terdeteksi jika kita melihatnya dari bagian sisi.  
Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. 
Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dansulit ditegakkan. 

TANDA 1 HARI 
Akan berlaku sesudah waktu Ashar dimana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Ashar keesokan harinya.

 TANDA AKHIR 
Akan terjadi kondisi di mana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bagian pusat dan ia akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bagian halkum.Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimat syahadat dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali ke Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Sabtu, 16 Juni 2012

4 Tahun Lamanya

 
Senin itu (16 Juni 2008) berawal lah semua kehidupan duniaku yang baru. Tanpa seragam sekolah , tanpa embel2 siswa dan (saya sedikit menyesal untuk yang satu ini) tanpa hijab dalam dunia baruku…
Predikat Lulus yang aku terima dari Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kroya telah benar2 membuat aku menjadi salah satu Alumni “SMANDAYA” Tahun 2008 Angkatan Alumni ke 3 Sejak Sekolah itu berdiri 2003 Silam.

2 Hari sebelum Senin itu tepatnya Sabtu, 14 Juni 2008 telah ku terima secarik Kertas Bertuliskan “LULUS”. Alangkah senang dan gembiranya hatiku ini…
Merencanakan menjadi wanita karier sambil melanjutka kuliah nampaknya hanya akan jadi angan-angan sahaja.(Meski dalam hati aku masih ingin menjajal bangku kuliah).
Dan datanglah Senin Pagi itu. Dengan balutan kemeja Orange(aku masih ingat betul betapa lucunya  culunnya wajah saya ketika itu) Dengan make up seadanya dan rambut kucir kuda aku  melenggang dengan wajah lugu dan polosnya (aku merasa masih jadi anak sekolah) ke tempat terbaru tentunya.
Tempat kerja….

Hari-hari kian berjalan berlanjut dan berlangsung dengan segala kejadian dan evolusi kehidupan yang saya dapati,
saya temui , , ,
Hamdalah,, hingga ku pilih  saat bekerja hijab ini pun ku tutupkan lagi meski belum sesempurna Syari'at, namun saya berusaha selalu untuk itu.
Maka sampailah pada hari ini (Sabtu 16 Juni 2012) tepat 4 tahun lamanya saya berada pada jalan kehidupan ini. Di tempat ini, di lingkungan ini.
Bersama dengan segala kenangan rekan rekanita kerja dulu dan sekarang.
Berlalu dengan semua suka duka pekerjaan hingga kini. Sarat Lelah penuh Peluh…
Tapi tetap ku jalani
Tetap kutapaki…
Tetap kulangkahkan kaki mencari arah.
Masih mencari sampai di mana ujungnya?.
Sampai kapan bertahan?

 ya ya ya…
 “4 tahun lamanya,
Sejak secarik kertas itu aku trima,,,
Berjalan dan masih berlangsung.. Tapi langkah kian tak terarah...
#OnOffMode”

Yach… itu yang aku rasa dengan segala metamorfosa diri, kian hari kian merasa banyak hal yang tidak lagi bisa untuk sejalan. Tidak lagi bisa untuk bertahan.
Hingga langkah kaki nampaknya ingin mencari kemana lagi arah tujuannya???

Allah ya Rabbi

Allah Ar Rahman Ar Rohim.

Satu tujuan sebetulnya dalam Hidup Ini Yakni Allah…

Tapi itu tujuan Akhir. Lalu bagaimana dengan pos-pos kehidupan sebelum tujuan Akhir itu tiba???
Sepertinya aku memang sedikit menuntut diri sendiri, terlalu berambisi mencari arah lain yang harus di tapaki. Tetapi aku pun tak lepas memotivasi otakku untuk terus berfikir positif mengembangkan diri dengan  segala kemampuan yang telah Allah anugrahkan.
"Bersyukur" itu juga salah satu kunci. Tinggal tertatih untuk melatih pijak kaki mencari dimana letak pintu untuk kunci itu .
Mungkin melelahkan, tapi ini wujud ikhtiar.

Dan rasa-rasanya saya sungguh ingin tetap melangkah mencari arah itu arah yang lebih baik untuk masa depan yang baik pula.( Semoga kian terwujud Ya Rabbana.Aamiin)
ON OFF mode yang aku rasa nampak hanya secuil kisah bagaimana semangat itu kadang hidup dan terkadang meredup…

Dan sekali lagi 4 tahun yang telah terlalui dengan segala kisahnya,, dengan semua ceritanya.
Semakin mempertegas garis hidup ini dan tiap langkah yang telah tertata rapi menggapai setiap asa serta kembali mengukirkan cita-cita. Mencari arah untuk tujuan Akhir hidup ini.


waktu masih sekolah dulu.
 
 





saya






gaya bener yhe??






bersama rekanita dahulu..(jadi kangen)






narsisnya...






Mulai mutasi dari dealer ke kantor.








saya kini...







Note: Aku sempat pesimis dengan semuanya. Keadaan, lingkungan sekitar dan segala macam hal yang aku temui. Tapi mengingat semua yang telah terlalui, aku bersyukur atas nikmat ini.
Hamdalah...
Hamdalah....

Selasa, 12 Juni 2012

Dalam Diam Aku Mencintaimu KeranaNYA

Dalam diamku,

terselit sebuah rindu..

Merindukanmu untuk menjadi bakal IMAMKU,

Merinduimu agar kau bisa menjadi MUJAHIDKU,

Yang siap bila diseru ke jalan JIHAD..

Diam,itulah caraku mencintaimu karenaNya.

Mengharap kesucian agar hatiku dan hatimu tak dinodai oleh nafsu.

Diam,itulah caraku mencintaimu karenaNya.

Mengharap ketakwaan agar fitrah itu tidak membuat Rabb ku cemburu padaku.

Diam,adalah caraku mencintaimu karena-Nya.

Mengharap syafa'at agar selamat di dunia dan di akhirat-Nya.

Diam,adalah caraku mencintaimu karena-Nya.

Mengharap keredhaanNya agar Allah tidak membenci perilaku kita.

Diam,adalah caraku mencintaimu karenaNya.

Mengharap keikhlasan agar Allah berikan balasan yg indah bagi para pemelihara kesucian.

Aku tidak marah,aku tidak cemburu karena kau bukan hakku..

Kadang memang kelemahan sebagai manusia biasa aku.

Ada sedikit cinta di hatiku utkmu.

Yang ingin agar kau tau.

Tapi sekali lagi kau milik Allah bukan miliku, 

jadi biarkan cinta ini ku pendam dalam hatiku.bila ada siraman Redhanya kita kan bersama dan bila tidak,aku yakin akan ada yang lain yang lebih baik dariNya..

jadi walau aku cinta dan aku putuskan utk diam,biarkan Allah yang maha Kuasa mengaturNya.

 

SumBer :https://www.facebook.com/pages/-Bidadari-Dunia-Mencari-Bekal-Untuk-Akhirat

Senin, 11 Juni 2012

Dimana Jalan itu???

Sekian lama Terus saja berjalan.
Melangkah dalam segala kepincangan yang ada. 

Susah payah rasanya. 


Tapi entahlah......
jika ada jalan yang lebih baik untuk melangkah,
sebetulnya saya ingin mencari jalan lain itu.
Jalan Itu...

Dimanakah Jalan Itu???

Tapi belum kutemukan.
Ya tuhan saya tidak ingin membenci atas segala ketidak mauan yang kerap saya tunjukan.
 

Lepas dari semua perasaan kesal dan sebal yang kian berlarut,
akankah itu hanya jadi bom waktu yang kian hari menjadi semakin terbatas empatinya?




Saya lebih bersalah dengan semuanya karena saya membiarkan tersebarnya benih pohon kebencian di dalam hati.
Sampai kapan saya menapaki jalan tanpa sebuah semangat untuk menuju ujungnya???


Ya Rabbana...
saya rindu Engkau.
Jika hati sudah mulai kehilangan arah maka seharusnya Engkaulah ya Rabbana tempatku mengadu.
Tapi akhir-akhir ini aq merasa bejalan pada jalur yang tidak semestinya aq lalui. 

Aq terlalu jauh dari Engkau,
Maafkanlah aku…
Ampunilah aku…

Selasa, 05 Juni 2012

Pertanyaan tentang Pernyataan

Gersang..
Perasaan yang mungkin tak lagi mampu menyejukan,,,
Lelah,
Akibat jiwa yang kian mmbhana dengan kiasan-kiasan tanpa jeda,,,

Ohh,,
mengapa masih sahaja hanya kiasan?
Masih mungkinkah keliaran otak ini
akan memurungkan keceriaan hati?
Atau mungkin justru membungkam tiap kebisuan agar melantangkan gemanya??


Tidak...
Aku tetap tidak mengerti dengan semua ini,
Terlalu rumitkah?
Atau bahkan akan membuat kisah ini berhenti tanpa ada klimaks?
Terlalu usangkah?
hingga semua berakhr dan terbuang percuma?

Masih dan masih terlalu banyk tanya yang menghujani fikiranku....
Mungkinkah kau akan mengerti dan snggup memahami?
hingga kelak kau mampu mengutarakan dengan kejujuran hatimu....

Rabu, 30 Mei 2012

Tentang Dia

Setiba-tiba inikah?
Dan sebegitu mengejutkan kah?
Dia datang dalam hidupku kelak???


Semalam ada seseorang yg hadir dalam mimpiku 'entah siapa' dia...
Tanpa diduga,
Menyapaku dg sangat lembut,,
Menatapku begitu dalam,
Menggenggam tanganku erat..



Siapakah dia?
Siapa gerangan dirinya?
Di rasa, aku tak pernah kenal dia sepanjang hidup,
Tapi aq seperti mengetahui dan pernah melihatnya dulu,
dulu.....
dan dahulu sekali?

Jadi apa maksud semua itu?
Ya Rabbana,,,
aku tak terlalu paham untuk rahasia yang Engkau pegang ini,
Aku hanya mampu brdo'a,
Jika memang 'dia' lah jodohku,,
Entah siapapun dia pertemukanlah kami (secepatnya)
Ikatlah kami dalam naungan cintaMU...
Aamiin

Senin, 28 Mei 2012

Lagi dan Lagi (Semua Tentang Mu ; Part I)

Salah...

Semuanya salah,
sungguh saya yang salah. 

Saya yang salah mengapa harus menebar benih harapan hingga semakin tumbuh besar. . .
Membiarkan rindu kian mengakar,,



Apa?

Apa?
Untuk apa??
Untuk apa harus ada?



Masih saja perasaan menguasai segalanya,,

Masih saja dia dia dan dia,,

Tuhan ampuni aku atas kesalahan ini...




Selama ini kemana saja engkau logika yang bijak?

Sementara perasaan selalu saja membajak...

Bergelayut mendung lagi hati ini,,
Kapan kau membiru lagi langit jiwa??


Aq tersudut kaku dalam kekacauan batin ini,,

Berantakan,


Rumit terlalu rumit untuk ku urai kembali....


Aku terkunci dalam ruang harap yang semakin hampa sahaja,,,

Aku kian terlilit dengan empati2 bodoh,

Terhimpit rasa ingin yang begitu dan terlalu mustahil...

Aku,.
Lagi ...
dan lagi aku semakin terasing,

 Kehilangan lagi harapan itu,
Yang telah ku biarkan tumbuh dengan sendirinya,


Kemana dia?

Dimana dia?

Bagaimana dia???

Aku tak tahu...

Hanya sekilas,
namun menyiksa hingga sedemikian tuntas...



Akhh,, sudahlah sudah...

Allah ya Rabbana,
Sedang sedikit menegur saya,

Serta sedang mempersiapkan kejutan yang begitu membahagian nantinya,

Jangan sedih,,!!!
Tidak usah merintih...
!!!
Semua agar aku lebih terlatih,

Ya,,,Agar aku berusaha lebih gigih....

Tenanglah tenang,

Tenanglah tenang,

Dia pasti datang,

Entah siapapun dia yang pasti akan mbtku lupa dg dia yang tlah berlalu....

Ya Rabbana ampuni atas Kesalahan ini,
Atas kebodohan ini.
Sesungguhnya dan seharusnya hanya pada Engkau-lah semua harap dan asa tertuju..
Hamdalah..
Hamdalah untuk semua pembelajarn ini...
Aku bisa ,,, harus bisa
Dan ini hanya sebuah likuan hidup yang pasti berakhir...
Dengan indah...

Jumat, 25 Mei 2012

Senandung Biru

Filosofi nada kekaguman terlantun melewati celah baris,,

Bersenandung dengan segala daya terpuitis.


Foto
AR
Mendayu biru mengiaskan makna.

Hingga Terjejal di relung sukma,

Simfoni pembangkit melodi

menguntai tiap bait kata yang hendak di terjemahkan.

Entah mengapa,

S'buah alasan terkuak,,

Belum ada waktu bagimu,

untuk mengiring menjadi dua sejoli di pentas hati dan hidup ini...





Bumi Allah.

Senin, 07 Mei 2012

Aku Wanita Biasa


Damba kian menghindar menjauh,,
hampir terjebak waktu separuh,,
Laksana daun disertai hujan jatuh,,
Sarat Lelah penuh peluh. . .

Pijar menjadi tak bermakna,
Suram kelam kian semakna,
sejengkal rasa penuh jeda,,
Keadaan makin berbeda,


Aku wanita biasa,
Bukan dengan kesempurnaan ku pahami makna,
Aku wanita biasa
Yang dengan mudah menitikan air mata,

Aku wanita biasa,
Tanpa membebani rasa pada siapa,,
Aku wanita biasa,
Yang sekiranya mendamba tanpa kata,
Aku wanita biasa,
Yang tak sepenuhnya bijaksana,,

Kini tak perlu lagi berharap,
Untuk dia yang hilang melenyap.
Untuk dia yang jelas berkata tak siap,,

Kamu, kalian, mereka,,
Bukti adanya perubahan..
Kamu kalian mereka,
Bukti Tuhan beriku teguran..
Kamu, kalian mereka,
Membuka mata bahwa tak ada yang setia,
Tak ada yang benar-benar mampu menjaga,..

Jangan lagi mengayuh peluh,,
Cukuplah petir menemani mega dengan gemuruh,
Terdengar bisikan ricuh riuh. . .
Tak ingin lagi mengeluh,
Biarkan adanya terliat lusuh,
Di lembaran bukti kecil tanpa menganggap kamu, kalian, dan mereka musuh. . .
Karena sejatinya,
Aku wanita biasa...

Sabtu, 28 April 2012

Untukmu Calon Suamiku


Wahai kekasihku, calon suamiku…
Jika kau menjadi suamiku kelak…
Pimpinlah rumah tangga kita dengan sebaik-baiknya
Jadikan aku teman sejatimu,
tempat engkau bersandar
Terbukalah padaku,
kan kujaga semua rahasiamu
Jika kau menjadi suamiku kelak…
Jadilah engkau teladan yang baik bagi keluarga
Sempatkanlah untuk menjadi imam dalam sholat
Hiasilah rumah kita dengan ketakwaan kepada Allah
Amalkan sunnah Rasul sekuat yang kau mampu
Bimbinglah anak-anak kita
menjadi pribadi Muslim yang cerdas dan berakhlak mulia

Jika kau menjadi suamiku kelak…
Bergaullah dengan ma’ruf terhadapku
Jadilah engkau suami yang penyayang dan sabar
Janganlah kau bertindak aniaya terhadapku
Jika aku berbuat kesalahan dan kemungkaran…
Jangan kau hukum aku dengan memukul aku
Tapi, ajarilah aku dengan hati dan lisanmu
Ingatkanlah aku dengan cara yang ihsan
Tahan amarahmu dan bersikaplah pemaaf

Sayangi dan hormati orang tuaku, juga saudara-saudaraku
Jika ada yang tidak kau sukai dari mereka,
simpanlah rasa itu
Dan tetaplah kau jaga silaturrahim dengan mereka
Jangan pula kau jauhi mereka
karena selamanya mereka adalah keluargaku

Wahai kekasihku, calon suamiku…
Jika kau menjadi suamiku kelak
Jadilah engkau suami yang bertanggung jawab
Berilah nafkah sesuai kemampuanmu
Pasti kuterima dengan qona’ah
Bersikaplah penyantun
dan jangan kau kikir terhadapku
Jangan pula kau tinggalkan aku dalam waktu lama
Sehingga kau abaikan kebutuhanku akan kehadiranmu

Jika kau menjadi suamiku kelak
Bersikaplah bijaksana dalam segala hal
Bermusyarahlah denganku sebelum mengambil keputusan
Dengarkan pemikiranku
dan jangan kau remehkan aku

Tunjukkan kasih sayangmu terhadapku
Jangan kau biarkan aku dalam kecemburuan dan prasangka
Jagalah hatiku,
lapangkanlah dadaku, dengan cintamu

Wahai kekasihku, calon suamiku…
Jika kau menjadi suamiku kelak
Jadikan rumah tangga kita sebagai surga dunia bagimu
Jagalah aku dan jadilah pelindung bagi anak-anak kita
Jagalah rahasia rumah tangga dimanapun kau berada
Jadikan ia baju putihmu, jagalah ia jangan sampai ternoda